Ternyata, Warna Merah Mendominasi Kota Delhi

Jaipur disebut pink city, sudah biasa. Jodhpur sering disebut blue city, memang iya. Tapi Delhi coba disebut red city, malah dikira yang bukan2 nanti.

Delhi itu sebenarnya pantas lho kalau mau disebut “red city”, karena memang masih banyak bangunan batuan merah khas peninggalan Kerajaan Mughal yang kokoh berdiri. Semua bangunan khas Mughal memang rata2 berbahan dasar ini. Mungkin yang menyebabkan Delhi tidak disebut Red City ya karena bangunan2 ini lokasinya menyebar, tidak terpusat hanya di Old Delhi atau kawasan khusus.

Ikon kota Delhi, Red Fort dari namanya aja sudah ketahuan warnanya merah. Saking bekennya, semua mata tertuju ke Red Fort, sehingga banyak orang tidak memperhatikan bahwa banyak bangunan merah lain yang tidak kalah bagusnya di sekitar Delhi.

The Iconic Red Fort Picture with Indian Flag

The Iconic Red Fort Picture with Indian Flag

Red Fort, keren banget dari luar

Red Fort, keren banget dari luar

Red Fort betul memang keren abis keliatannya dari luar.  Sangat intimidatif! Gw juga kalau jadi pihak musuh, sudah takut duluan deh kalau mau mengajak perang. Sebelum masuk ke dalam, ada baiknya kelilingi dulu Red Fort ini dari luar, mungkin sedikit gempor apalagi sambil panas2an karena Red Fort ini gede banget memang. Tapi kerennya itu memang dari luar. Kalau kekeuh mau lihat dalamnya ya silahkan saja, loket antrean tiket biasanya mengular. Tapi itu belum seberapa dibandingkan antrean masuknya yang menaga. Hehe..

Karena ‘isi’ Red Fort biasa aja, gw memilih tidak berlama2 di sana dan langsung menuju red mosque alias Jama Masjid. Bangunan ini lumayan beken juga dan lumayan merah. Masjidnya cukup besar tapi sederhana dengan arsitektur khas mughal seperti bentuk gerbang masuknya dan hiasan gerbang masuk yang berlukiskan kaligrafi dan tampak berbingkai2. Asyiknya, kalau kita bilang mau sholat, gratis masuk sini.. yay! Tapi jangan lupa pakai kerudung ya buat yang cewe, kan mau sholat ceritanya, jadi harus sopan. Kalau misalnya ga sholat ya ada teras juga buat santai2. Biasanya warga lokal dan turis lokal yang kebanyakan dari Kashmir, habis sholat pada kongkow disini, jadi kalau suka mingle, ngobrol2 aja.

Btw gw sholat beneran di sini, jadi bukan asal pengen gratisan aja.. hihihi..

Sholat Dzuhur Berjamaah di Jama Masjid

Sholat Dzuhur Berjamaah di Jama Masjid

Anak Kashmir kayak bule :D

Anak Kashmir kayak bule 😀

Red Fort dan Red Mosque ini ada di kawasan Old Delhi, deketan deh tuh. Kalau malas jalan, naik bajaj bayarnya Rs.40, hasil nawar dari Rs.50. #penting

Nah di dekat sini juga ada tempat makan beken yang seragam waiternya #uknowwhat merah warnanya (mulai maksa). Hits banget deh di segala buku panduan luar negeri ada semua, The one and only: Karim’s. Tapi maaf antiklimaks, buat gw biasa aja tuh rasanya. Mending pesan dessertnya aja, kheer rasa kelapa yang bikin segar… No further explanation. *antara nyebelin atau terlalu jujur*

 

The Famous Karim's Menu

The Famous Karim’s Menu

Kheer

Kheer

Dua tempat berwarna merah, masih asyik. Berikutnya, mulai bosan sedikit. Ada benteng lain yang dibangun sebelum Red Fort. Red Fort versi lama ini tampak lebih bersahaja, cantik, dan asri. Terlalu indah untuk menakut-nakuti musuh kali ya, makanya dibangunlah Red Fort baru yang lebih mencekam. Saking asrinya, banyak taman yang bisa dijadikan tempat untuk bercengkrama (pacaran), cocok juga mungkin untuk syuting video klip atau FTV. Namanya pun cantik, Purana Qila. Buat yang hobi mojok2, ke sini aja deh langsung!

Gerbang Masuk Purana Qila

Gerbang Masuk Purana Qila

Banyak Tamannya

Banyak Tamannya

 

Desain Rumit Gerbang Masuk Mesjid di dalam Kompleks Purana Qila

Desain Rumit Gerbang Masuk Mesjid di dalam Kompleks Purana Qila

Dan masih satu wilayah dengan Purana Qila, ada Qutab Minar. Tugu peringatan yang superduper tinggi ini juga berwarna merah dengan ukiran kaligrafi di sekelilingnya. Keren!! Wajib ke sini.

Gw pun hanya bagaikan upil di sini

Gw pun hanya bagaikan upil di sini

Kompleks bangunannya pun luas, ada beberapa tugu lain, beberapa kuburan, mesjid, dan pilar2. Tidak semua bangunan2 itu utuh, banyak yang sudah jadi reruntuhan. Pokoqnya masuk ke kompleks ini rasanya seperti kembali ke masa lalu. Untuk penyuka situs2 arkeologi, kompleks Qutab Minar itu lumayan banget lho untuk pemanasan sebelum ke Mesir atau Yunani atau Italia. *kejauhan yak perbandingannya* wkwkwkwk……

Reruntuhan keren

Reruntuhan keren

Terakhir, ada bangunan merah yang lumayan ramai juga dikunjungi, Humayun’s Tomb. Tingkat keboringan sudah tidak bisa diantisipasi. Merah lagi dan lagi.. Dari pintu masuk, jalan penghubung, taman, sampai pintu masuk kuburan, semua didominasi ornamen batu merah. Isinya ya sudah pasti adalah Kuburan sang Humayun. Sebenarnya kalau ini adalah tempat pertama yang dikunjungi, tidak akan boring sih. Kuburannya keren koq, cuman hari itu gw sudah kebanyakan ngider di tempat2 lain yang merah2 juga.

Gerbang masuk Humayun's Tomb sebenarnya keren

Gerbang masuk Humayun’s Tomb sebenarnya keren

Kuburan Sang Humayun

Kuburan Sang Humayun

Setelah berkeliling Delhi selama beberapa hari, gw baru ngeh hampir semua tempat yang gw kunjungi itu bernuansa merah, serupa tapi tak sama. Kalau dalam waktu seharian ya bosan banget pasti, harus dikombinasi sama tempat lain yang tidak bernuansa Mughal. Gw dan teman2 sempat bingung, ini emang kitanya yang kurang googling, apa ya memang selera kita Mughal banget.. Hehehe..

Sampai2 kita bercanda ketika itu, “Ini kita foto2 mulu dari tadi, emang bisa dibedain entar, ini yang dimana, itu yang dimana??” Secara semua foto latarnya batuan merah sodara-sodara.. 😀

Anyway, kebanyakan tempat2 yang menarik di Delhi memang didominasi oleh peninggalan Mughal. Jadi agak sabar2 aja lah ya selama di Delhi mata agak panas karena lihat yang merah2 mulu.. Yang penting jangan jadi emosi ya habis keliling Delhi.. 🙂

Iklan

Satu pemikiran pada “Ternyata, Warna Merah Mendominasi Kota Delhi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s