Golden Temple, In The Name of God of Punjabi

Siapa di sini yang sudah pernah nonton film Bollywood Rab Ne Bana Di Jodi?? Yang main Shah Rukh Khan. Hayo ngaku.. Hihihi..

Buat para pecinta film Bollywood pasti tau donk, di film itu ada salah satu tempat di India yang dijadikan latar film ini. Apa coba tebak??

Hhmmm.. Zzz.. Zzz.. *ngantuk *nyerah

Gw sendiri juga ga suka nonton film Indiahe. 😀 Jadi gw dapet bocoran dari teman yang suka nonton. Dia bilang wajib kesini untuk napak tilas tiap adegan Shah Rukh Khan..

Yes! Yang gw maksud adalah Golden Temple alias Kuil Emas.

Golden Temple ini letaknya di kota Amritsar, negara bagian Punjab. Jadi lebih utara dari Delhi, sudah dekat dengan Himalaya, tapi berbatasan langsung dengan Pakistan. Udaranya masih cenderung hangat tapi anginnya sejuk.

Di Amritsar, mayoritas penduduknya beragama Sikh. Agama Sikh asal muasalnya memang dari sini, makanya sering disebut juga agamanya orang Punjab, penduduk asli Amritsar. Mereka terkenal dengan tutup kepalanya yang khas. Pasti pernah liat, karena di Indonesia juga ada. Tapi kalau yang disini versi lengkapnya. Jadi kadang ada aksesoris yang menyertai tutup kepala, contohnya mereka pakai gelang besi dan membawa pedang kecil kemana-mana. Bahkan abege cewe yang gw temui di kereta api menuju amritsar aja pada bawa pedang ini di pinggang mereka. Gahar yah… Tapi enggak koq, itu kan simbol dari agama Sikh, justru itu bukti ketaatan mereka. Jadi mukanya gada yang serem, muka orang alim semua.

Amritsar ini merupakan kota ziarah bagi umat Sikh seluruh dunia, ga terkecuali untuk orang India sendiri yang mungkin tinggal di luar Amritsar. Selama perjalanan ke Amritsar, gw ga ketemu turis asing sama sekali. Rombongan gw pun satu2nya turis asing yang menginap di hotel dekat Golden Temple. Ternyata ini bukan sembarang tempat..

Hotel tempat gw nginep dekat sekali ke Golden Temple, tinggal ngesot lagi deh..! Survei tempat penginapan dan zoom-in/zoom-out google map itu penting sodara2.. Jadi ga buang waktu, dekat ke tujuan. Hehe..

Sampe di Amritsar gw ga langsung ke golden temple karena gw mengejar upacara penutupan gerbang Wagah di perbatasan Pakistan sana. Pulang dari sana, baru deh gw menyempatkan diri berkeliling di sekitar kuil yang banyak toko2. Apalagi tadi di perjalanan sempet liat baju lucu2 digantung. Blanja lagi blanja lagi.. X_x

Hari makin malam, pasar dan toko di sekitar Golden Temple masi ramai. Gw dan teman2 coba jalan2 karena penasaran sama baju yang kita lihat tadi siang. Ga disangka2 ternyata penduduknya ramah tamah. Tatapan matanya biasa aja, gada seorangpun yang menatap gw dan teman2 dengan kepo dari atas sampe bawah. Kayak lagi bukan di India rasanya. Dan yang paling penting, mereka sopan dan santun. Cakep2 juga lagi orang2nya.. putih2, wangi, dan bersih. Ini nyari baju apa gebetan sih jadinya.. Eaaa.. Wkwkwk..

Para pedagang di sepanjang toko yang kita lewati ga ada yang agresif dan nyebelin seperti kebanyakan. Kalo kita ngutak-ngatik barang dagangannya, dia ga akan buka mulut sampe kita nanya ini harganya berapa. Waktu ngobrol, mereka dengan sopan menanyakan asal kita dari mana, terus senyum tapi ga ganjen. Dengan senang hati ya kita ladenin lah.. Orang2nya ramah banget dan pembawaannya tenang. Mungkin dekat dengan tempat ibadah membuat orang jadi lebih beradab. Dan gw langsung jatuh cinta sama kota ini. Hawa malam jadi terasa makin sejuk, sesejuk orang2nya. Eaaaa.. *Ampun kaka..!!

Dua jempol bgt deh. Akhirnya gw ngerasain juga perasaan tenang ga waswas selama di India. Dan juga tanpa komat-kamit baca doa dalam hati. Konyol memang, tapi semenjak kejadian varanasi (gw ceritakan di blog sebelumnya) gw selalu waswas tiap keluar malam hari di India, jadi gw selalu komat-kamit dalam hati berdoa minta selamat sampe perjalanan gw selesai. Wkwkwk..

Selesai jalan2, udah jam 10 malam kita berencana balik ke hotel. Ternyata peziarah belum habis juga. Kita pikir sekalian aja nih kita lihat Golden Temple hari ini. Toh orang2nya ramah dan alim sepertinya bakal aman2 saja.

Ternyata benar jam 10 malam itu masi ramai peziarah yang berkunjung ke dalam Golden Temple, masi antre bahkan. Gw terkesima melihat kuil emas itu ngejreng bgt di tengah2 kolam, lampunya berkilauan memberi bayangan senada di kolam sekitarnya. Penasaran ada apa di dalamnya. Tapi melihat antreannya saja sudah males. Mengelilingi kompleks kuil cukup menyenangkan, sesudahnya duduk2 di pinggir kolam menikmati suasana dan angin malam yang sejuk bgt sambil memandangi benda gemerlap ini. Beberapa peziarah remaja tampak asyik kongkow sama teman2nya di pinggir kolam. Mereka seru bgt ngobrol dan foto2. Tiba2 ketularan mereka, kita ngikut deh ngobrol, foto2, sambil gegoleran di pinggir kolam. Jam 11 malam kita baru kembali ke hotel dengan berjalan kaki. Ga nyangka ini adalah jam malam paling malam gw selama di india.

Golden Temple Night & Day

Golden Temple Night & Day

Koridor di Pinggir kolam

Koridor di Pinggir kolam

Pagi adalah waktu yang tepat untuk melihat Golden Temple dan kompleks kuilnya secara lebih jelas.

Dan lagi2, benda gonjreng itu menyilaukan mata ketika mulai menuruni anak tangga di pintu masuk.

Pada saat hari terang, matahari secara alami memantulkan cahayanya ke golden temple. Tanpa pencahayaan seperti di waktu malam, golden temple sendiri sudah benar2 berkilau. Koneng terang.

Gw dan teman2 berkeliling kompleks sekali lagi. Kali ini semua terlihat jelas, betapa bersihnya kolam di sekitar Golden Temple, juga sisi2 koridor kompleks kuil yang dipenuhi peziarah yang berdoa.

Kompleks Kuil yang mengelilingi Golden Temple

Kompleks Kuil yang mengelilingi Golden Temple

Ikan2 di Pinggir Kolam

Ikan2 di Pinggir Kolam

Dan memang benar, ada tempat yang menyediakan snack dan makanan gratis. Tapi karena sudah kenyang sarapan, dan jujur aja gw ga terlalu doyan makanan India, kita cuman nonton peziarah yang lalu lalang mengambil makanan mereka.

Food Centre

Food Centre

Snack Corner

Snack Corner

 

 

 

 

 

 

 

Di sepanjang koridor juga banyak terdapat kuil2 kecil tempat guru2 (pendeta sikh) berdoa, ada yang seperti di sebuah ruangan, ada pula yang seperti di dalam ruang kaca. Ada peziarah2 yang berkumpul di dekatnya untuk berdoa bersama. Hymne syair2 Sikh tidak henti2nya dikumandangkan. Ada pula beberapa lukisan Guru Nanak terdahulu yang sudah tiada, didoakan oleh para peziarah. Bahkan ada peziarah yang bersujud sampai menangis pilu.

Guru Nanak

Guru Nanak

Guru berdoa

Guru berdoa

Jadi ikutan terharu, padahal gw ga terlalu ngerti sebenernya dengan agama Sikh. Yah pokoknya ketika berada di suatu tempat ibadah pasti perasaaan jadi tenang, penuh kekhusyukan, dan suka cita. Sangat berke-Tuhanan lah pokoqnya, susah untuk dideskripsikan. Tiba2 gw langsung tersadar bahwa gw harus sesegera mungkin beribadah ke tempat suci agama gw sendiri.

Menuju Ke Dalam Golden Temple

Antrean Menuju Ke Dalam Golden Temple

Jadi malu sendiri gw. Tertampar bgt deh! Diantara teman2 pejalan, gw doank yang belum pernah berkunjung ke tempat suci agama gw sendiri. #Hakjleb

Selesai berkeliling dan ikutan terharu, sampai juga gw di antrean masuk ke dalam Golden Temple. Tapi kita semua gada yang berani untuk antre masuk ke dalam. Kita gatau ada apa di dalam sana. Lagipula kita kan hanya “turis” bukan peziarah yang mau beribadah. Jadi daripada menganggu kekhusyukan ibadah para peziarah, kita mundur aja akhirnya.

Yah, kadang ada hal yang di luar sana yang bikin kita penasaran, tapi entah kenapa perasaan kita ga mengizinkan kita untuk mencari tahu itu apa. 😉

Iklan

2 pemikiran pada “Golden Temple, In The Name of God of Punjabi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s