Untuk Pejalan Cewe, Ke India Ga Cukup Modal Bismillah Aja!

Sudah puluhan kali bahkan mungkin ratusan kali orang ngomong ke gw, ngapain lo ke India?  Lanjutan kalimatnya tambah ga menyenangkan lagi, “Ada apa sih disana, jorok gitu juga, byk yang diperkosa lagi..” Kadang ada yg menambahkan “Mending ke  Eropa, Korea, Jepang, atau Bangkok aja, lebih bagus..!”  Okesip terserah aja deh! Haha..

Gw bukannya ngeyel atau gimana, tapi pengennya ke India gimana donk. Selera kan ga bisa dipaksa.  Memang sih pandangan kebanyakan orang Indonesia terhadap India tuh buruk bgt. Bahkan gw merencanakan perjalanan gw ke India secara diam2 saking panas kuping mendengar komentar miring orang2 dan bikin bokap gw makin ga mengizinkan gw kesana. Tapi karena pengen bgt gw menggali info sedalam2nya untuk keamananan gw selama disana, supaya dapet izin dr bokap juga. Hasilnya, gw berhasil ke India dan alhamdulillah kembali dengan selamat tanpa ada kurang satupun.

Pandangan orang Indonesia yg terutama soal India adalah jorok, seram, dan mistis. Setelah gw kesana, memang ada bagian2 tertentu yg jorok, ada orang2 tertentu yg berniat jahat, dan ada wilayah2 tertentu yang magis. Tapi masih bisa gw lalui koq.  Justru banyak sisi menyenangkan dan indah yang orang Indonesia belum ketahui.

Mungkin karena sejak awal banyak termakan omongan orang Indonesia, gw jadi berpikir yang negatif mulu tentang India. Tapi dengan niat yang kuat dan “pembelaan” dari tulisan2 bloger dan review2 global orang yang sudah kesana seperti mbak Rini Raharjanti, Ade Nastiti, Trinity, dan bloger2 dalam maupun luar negri lainnya, gw tetap melakukan perjalanan ke India.

Ternyata pas sampai disana, jauh dari semua penilaian gw. India tidak seburuk itu. Tidak sejorok itu, tidak seseram itu, dan tidak semistis itu. Malah pemandangan adem karena banyak yang ganteng2 kayak aktor Bollywood. Hehe.. India itu indah, sesuai tagline tourismnya “Incredible India”  TAPI memang tetap harus WASPADA.

Gw ke India bersama teman2 pejalan yang cewe semua ala flashpacker. Kita berempat berangkat ke India maret tahun ini, setelah isu perkosaan mahasiswa di bus desember tahun lalu booming sekali. Dan setelah berita itu pula, banyak terungkap kasus perkosaan turis yang ternyata lumayan banyak terjadi di India. Ckckck..

Desh Bandu Gupta Road sepi bgt setelah byk negara mengeluarkan travel warning

Empty Desh Bandu Gupta Road Pahar Ganj after the masive travel warning from several countries

Nah makanya pergi ke India itu sebenarnya bisa santai bagaikan pergi ke Eropa, Korea, atau bangkok. Tapi tingkat kewaspadaannya memang harus super ekstra..

Jaman sekarangkan trend backpacker sangat merajalela di Indonesia. Backpacking ke India sih emang seru bgt! Tapi untuk pejalan cewe ya ga cukup cuman modal nekad doank. Apalagi cuman modal Bismillah. Kalo pernah denger istilah Kehidupan Jakarta itu keras, maka Kehidupan India jauh lebih keras untuk wanita.

Wanita sangat kurang dihargai di India. Gw ga tahu apakah memang ada tradisi di India bahwa laki2 berkedudukan lebih tinggi dari wanita, atau memang laki2 yang paling berkuasa. Tapi yang pasti penduduk India mayoritas adalah laki2. Jadi kemana pun sudut mata memandang di tempat umum yang terlihat hampir semua laki2. Jarang ada wanita berkeliaran sendiri atau pun berjalan bersama teman2 wanitanya. Minimal pasti wanita itu berjalan bersama teman laki2nya. Banyak fasilitas umum disediakan khusus untuk laki2 tapi tidak untuk wanita. Misalnya pun ada fasilitas untuk wanita, pasti terpisah dan tersendiri.  Gw sendiri masi bertanya2 dan jadinya berkesimpulan sendiri, sebrutal itukah perlakuan laki2 di India terhadap wanita sampai semua fasilitas itu dipisahkan…

Different Queue For Ladies & Gents

Different Queue For Ladies & Gents at Cinema

Bayangin aja sampe ada antrean bioskop khusus wanita, ruang tunggu plus toilet khusus wanita di stasiun kereta, dan gerbong Metro khusus wanita. Yang terakhir sih mirip2 trans jakarta ada ladies areanya. Sedangkan toilet umum hanya ada untuk pria.. ga ngerti deh maksudnya apa, pada ga bs nahan pipis apa ya cowo2nya.. Mushola tempat solat aja bahkan gada cewenya sama sekali. Mereka bilang, perempuan muslim india solat di rumah. Kecuali di Mesjid besar seperti jama masjid di Delhi, itu banyak perempuannya..

Special Toilet For Man

Urinal For Man Is Everywhere

 

Ada pendapat pula dari seorang relasi yg lama bekerja di India,

kasta menjadi salah satu faktor yang mendorong laki2 kurang menghargai wanita. Ya, laki2 berkasta rendah yang tidak bisa menikahi gadis yg kastanya lebih tinggi, membuat laki2 tersebut menghalalkan segala cara untuk mendapatkan wanita yang diinginkannya, termasuk memperkosanya.

 

 

Maka dari itu, ada beberapa tips berdasarkan pengalaman gw sendiri untuk pejalan cewe yang tetap pengen ke India walaupun sudah kenyang mendengar berita negatif tentang India. Berikut WASPADA versi gw:

1.  Jangan Kebanyakan Senyum

Berbeda dengan budaya kita yang ramah tamah, di sana orang lebih elo2 gw2. Jadi kalo kita kebanyakan senyum atau terlalu ramah sama orang lokal, mereka malah kegeeran, dikira kita naksir doi kali ye..  Bahkan gw sudah mengalaminya ketika mengurus visa di kedutaan India di jakarta. Wkwkwk..

Kalo bisa, pasang muka jutek aja. Udah pasang muka jutek aja kadang masi jadi artis. Haha.. Biasa lah orang lokal itu gatel bgt kan nyapa2 turis asing. Apalagi orang Indonesia, gw yakin mereka pada gatau kita ras mana.. Soalnya yang kebanyakan ke India itu org barat dan latin.

Bayangin aja sempat bbrp kali gw dan teman2 diminta foto bareng sm warga lokal. Hits parah kan cyyiinn.. Ini masi mending ya, daripada yg candid pake kamera hape moto2in gw dan teman2 dari jauh.  Iiisssyy ganggu bgt deh..

Kashmir Mom & Daughter wanna take picture with us, and other locals also take our picture with their own camera.. Sick!

Kashmir Mom & Daughter wanna take picture with us, and other locals also take our picture with their own camera.. Sick!

2.  Jangan Pakai Baju Ketat yang Menunjukan Lekuk Tubuh & Pakailah Celana/Rok di Bawah Lutut

Memang ini terkesan seperti orang mau berhijab, tidak boleh menunjukan aurat. Gw jadi inget jaman ospek dulu rok harus 5cm di bawah patela.. Ribet?? Terserah sih.. Tapi kalo mau berpakaian suka2 boleh saja, tapi dapat dipastikan tatapan nanar warga lokal akan terus menggerayangi pikiran kita sepanjang perjalanan. Haha.. Ilfil sendiri loh nanti..

Oh iya pelecehan seksual kayak “boobs or bottom grabbing” kan emang banyak ya. Makanya hati2..Dan jangan lupa pakai bra ya! Ini serius!! Karena gw liat turis2 barat itu banyak bgt yang ga pake bra. Minta diperkosa bgt ga sih???

Gw aja udah pake baju sopan, tetap aja jadi sasaran laki2 tua bangka di jaipur. Gw dan teman2 lagi jalan2 di deretan bazaar pink city, dan beberapa kali papasan dg bapak2 yg dengan sengaja menabrak2an badannya ke arah kita. Kurang ajaaar!

Teman pejalan pun sempat mengalami hal serupa, menjadi sasaran bottom grabing di Amritsar yang padahal kota suci bgt dimana menurut gw itu orangnya alim2 semua. Tapi tetap aja “just prepare for the worse”!

3.  Jangan Pernah Percaya 100% dengan Omongan Orang Lokal

Be careful scam of this Cobra Musician!

Be careful scam of this Cobra Musician!

Yah bukan berarti disana gada yang bisa dipercaya ya.. Tapi seriously mereka itu plintat plintut. Jadi contoh aja kalo ada penjual, atau guide, atau supir travel siapalah itu ngomong A. Belum tentu kejadiannya A, bisa aja B. Jadi lo jangan ngarep bgt sama omongan dia. Makanya lebih baik sebelum ke India sudah survey dulu tujuan kita, akomodasi dll. Jadi kita sudah tau 100% kebenaran yang ada.

4.  Harus Berani Bilang TIDAK

Nah ini sebenarnya nyambung sama yang di atas. Kalo kita ditawari sesuatu, diajak kesana kemari, kalo memang kita ga mau harus bilang enggak dengan tegas. Karena mereka itu maju terus pantang mundur orang2nya. No wonder deh India bentar lagi jadi negara maju. Orang2nya tak gentar bo..  Apalagi kan gw perempuan, jadi suka dianggap remeh. Makanya harus bisa pasang muka galak and say no!

5.  Jangan Lengah!

Nah itu ini juga nyambung sama 2 hal di atas. Gw sempat mengalami kejadian tidak menyenangkan di varanasi. Dan itu terjadi karena gw sudah terlalu percaya dan terbuai. Pelakunya adalah tour guide gw sendiri yang merupakan freelancer dari Guesthouse terpercaya tempat gw menginap.

Look, how friendly are we?

Look, how friendly are we? That’s Guddu!

Ceritanya gini, gw minta dijemput di stasiun kereta sm pihak hotel. Dikirimlah guide bernama Guddu untuk menjemput gw. Guddu was very very nice to us, ramah bgt, baik bgt. Sekejap kita nurut ikutan walking tour menyusuri gang2 varanasi sm doi. Toh dia juga org guesthouse, pikir kita. Dia memang baik, jujur, dan sangat meyakinkan pada awalnya. Bayangin aja gw nih cewe2 dibawa blusukan keluar masuk gang senggol nan becek di varanasi dari pagi sampai sore, dan kita aman2 aja tuh. Tiap abis masuk gang ditunjukin temple dan lain2 walau itu gang sepi dan gada orang sama skali, kita pasti keluar lagi di tempat yang rame orang. Hebat bgt ya cara dia membuat gw dan teman2 percaya sampai detik itu. Setelah sore hari mengarungi sungai gangga untuk menyaksikan puja festival dari atas perahu, tur terakhir adalah minum chai di cafe rumahan ala Guddu sambil menutup malam indah di varanasi. Kita berempat percaya donk, secara seharian dia ga melakukan perbuatan asusila sama sekali ke kita. Akhirnya kita blusukan lagi nih menuju cafe chai tapi hari sudah gelap. Ternyata o ternyata kita malah digiring ke gang buntu yang sepi dan gelap, sampai di depan sebuah rumah yang anehnya gada tulisan cafe chai sama sekali. Dan yang paling absurd adalah pintu rumah terbuka, kita blm sempat masuk hanya mengintip dari luar, ada sesosok pria brewokan berdiri sendirian di dalam rumah yang dengan ramahnya menyuruh kita masuk, dan u know what? Ada sapi bo di dalam rumah itu.. Ini tempat apa sih sebenernya?? Langsung deh kita nanya ke Guddu ini tempat apa, kita mau minum teh!! Dia terus meyakinkan bahwa ini adalah rumah pabrikan teh tradisional. Kita ngomong sedikit keras bahwa kita ga mau disini, kita mau minum teh di tempat yang rame dan terang.. Demi apa lo? Ini sumpah aneh bgt.. kita berempat mulai sadar kayaknya dikerjain nih, kita langsung ambil langkah seribu mundur pelan2 ke belokan awal. Sambil tetap ngomong tegas dengan nada marah ke Guddu kita ga mau disini dan minta tunjukin jalan pulang. Gw yang udh parno berat udh ga bisa pura2 lagi, jadi gw udh lari2 kecil. Dan gw sudah berdoa habis2an dalam hati minta ditunjukan jalan pulang. Entah si Guddu melihat kita panik dan mulai tau bahwa dikerjai, amazingly dia nunjukin jalan awal masuk gang tadi. Sebenernya kita udh duluan ngibrit sambil nebak2 gang mana yg bener. Tapi terakhir si Guddu ngasi tau arah dan anterin kita sampai ke depan guest house. Abis itu dia ngilang. Grrr… Astagfirullahalazim! Teganya! Benar2 ambil kesempatan dalam kesempitan.. 😦

Urban area, Connaught Place

Urban area, Connaught Place

Satu cerita lagi, gw dan teman2  yang sudah beberapa hari di India sudah mulai pede dengan kebiasaan lokal dan sok mingle di tempat hangout lokal. Jadi kita lunch deh di Connaught Place (CP) semacam shopping center yg hits bwt esmud2 di Delhi. Tempat hangout AGD (Anak Gaul Delhi) lah pokoqnya. Wilayahnya pun tampak aman dan ramai jika dibandingkan wilayah Delhi lainnya yang menurut gw cukup mencekam. Habis makan kita sok2an pengen belanja di supermarket. Tp berhubung gatau supermarket dimana, kita nanya ke seorang cewe yang lagi lalu lalang. Setelah itu, kita menyusuri jalanan CP menuju arah yang ditunjukan cewe tadi. Tiba2 ada seorang laki2 seperti layaknya esmud tp tidak terlalu rapi (gw inget kemejanya ga dimasukin ke celana) menghampiri kita dan bertanya mau kemana, sini saya tunjukin jalan. Kita yang merasa ga pernah ngajak dia ngomong melengos aja jalan terus. Sampai akhirnya ada beberapa laki2 lagi yang sepertinya kawanan dia ikut menghampiri dan seperti mengerumuni kita dan tetap memaksa untuk menemani kita ke arah sana. Yang kita sendiri bingung nih orang ga mau pergi padahal kita udah diam aja. Dia malah nebak kita dari mana, dan hebatnya dia masa nebak Indonesia. Padahal kita sudah diam seribu bahasa, buang muka dan tetap jalan cepat ke depan. Akhirnya kita nyebrang jalanan karena mulai takut diapa2in. Ini sumpah momen panik kedua setelah varanasi. Ternyata cowo2 tadi masi merhatiin kita dari jauh. Takut dikejar sama mereka, kita nyebrang ga karu2an sampai akhirnya tiba di depan subway resto, dimana sebelahan sama bank dan ada satpam bank yg bersangkutan. Kita buru2 masuk ke subway, dan berusaha secepat mungkin minta supir travel untuk menjemput. Tp CP itu macet bgt, dan karena terlalu lama nongkrong di subway kita akhirnya nunggu di luar berdiri dekat satpam bank tersebut. Dan banyak orang  yang ngeliatin kita dari atas sampai bawah entah karena bingung kita lagi ngapain, atau emang ada maksud jahat. Aduh pikiran udh jelek aja deh. Untungnya tiba2 ada mahasiswa lewat yg bisa berbahasa inggris dan akhirnya dia bersedia menolong kita menghampiri supir kita yg sebenarnya sudah dekat tapi terjebak macet. Atas nama warga Delhi, dia sampai minta maaf loh ke kita atas kejadian ini. Dia bilang “Saya ga enak bgt karena kalian kan turis disini, tp malah mengalami kejadian ga mengenakan gini”. Kita terima deh maafnya abisnya dia sudah baik bgt mau anterin kita sampai ketemu supir kita. ^^

Lain kali tidak perlu nanya arah sama orang asing, karena mungkin bukan dia orang jahatnya, tapi orang sekitar yang sudah memperhatikan kita dari kejauhan.

6.  Jangan Terlalu Ngeladenin

Orang lokal itu ajib bgt ngeliat orang Indonesia. Hampir rata semua orang yang berinteraksi dengan kita pasti nanya kita dari mana. Kita cuman lewat mau masuk ke tempat wisata aja, penjaja souvenir udah bawel nanya kita dari mana. Bisa dibilang intimidatif sih. Tapi selama kita cuek aja, mereka juga ga berani macem2. Yang penting kita pede aja jalan, dia juga ga berani ngerubungin kita. Nah kalo sekali aja kita jawab, mereka ga akan berhenti keponya. Awalnya cuman nanya, dari mana, udah kemana aja, entar lama2 nanya nama, udah kawin atau blm, bahkan nanya akun FB segala. Buset! Makanya makin lama makin males gw. Kadang saking malesnya gw diam aja pura2 ga bisa bahasa inggris. Terus kadang ada yang nebak2 kita dari malaysia kita iyain aja biar cepet. Kalo di stasiun kereta apalagi ramenya kebangetan. Belum lagi calo udah kayak groupis nawarin jasa mereka. Biasanya gw jawab dg tegas kalau gw sudah ada supir yang jemput dengan muka sedikit melengos tidak menatap mereka. Biasanya sih mereka capek juga akhirnya..

7.  Terakhir, Jangan Pergi ke Tempat Sepi & Gelap

Kalau memang mau ke toilet umum di tempat wisata, jangan sendirian soalnya biasanya tempatnya mojok2. Kalo jalan2 pergilah ke tempat yang ramai, apalagi kalau hari sudah mulai gelap.  Bagusnya sih ga usah keluar malam2 kalo emang gada kebutuhan mendesak. Gw sendiri kebanyakan dinner hanya di resto hotel atau guesthouse.

Intinya sodara2, sebagai cewe Indonesia yang berkedudukan sama dengan cowo dan dihormati di negara Indonesia tercinta ini, jangan mau diremehin sama orang lokal sana. Kita cewe Indonesia pede, berani, dan ga bisa diperlakukan sembarangan.

Gw sempat mengalami juga ada kejadian ngotot yang sebenernya ga perlu sama sekali. Kejadiannya waktu gw baru pertama kali naik kereta malam, kita menempati nomor kursi kita masing2. Yah namanya juga baru pertama kali naik kreta, kita santai2 aja duduk2 sambil ngobrol. Sementara ransel blm kita beresin. Penumpang lain kakek-nenek yang satu kompartemen dengan kita ribet bgt dianterin sm serombongan anak cucunya. Kita sempet bingung ini anak cucunya pada ikutan duduk disini apa gimana, masalahnya kompartemen cuman untuk berenam. Tapi koq rame bgt keluarga si kakek. Kita yang bingung, eh malah si anak perempuan kakek yg rempong gila. Dia malah nanya2 kita duduk dimana, nomor kursi kita, terus nyuruh kita naro barang2 di atas, dengan nada yg nyolot menurut gw. Kita sih santai aja ya, secara juga hari pertama di India kita iya2 aja. Ternyata doi bukan penumpang, dia hanya memastikan bapak-ibunya aman duduk di sini. Ya elah nyantai aja kali mbak, kita ngerti koq maksud lo, ga usah dikerasin. Wong kita juga beli tiket resmi, duduk sesuai nomor kursi, dan yang pasti kita ngerti woy barang bakalan diberesin ditaro di bed masing2. Yeee!! Tapi abis anaknya pada turun, kakek tadi baik bgt sm kita. Si “uncle” inilah justru yg ngajarin, masangin bed kita, dan jadi teman ngobrol sepanjang perjalanan.

Memang sangat menyebalkan ketika gw mengalami hal2 buruk selama perjalanan kemarin. Tapi justru itu mengingatkan gw untuk selalu waspada dan hati2. Saking hati2nya semenjak kejadian Varanasi, kita sempat parno dan menaruh curiga sama guide2 kita berikutnya tiap diajak ke suatu lokasi, padahal mah dia memang ga ada maksud apa2.. Wkwkwk..

Selain kejadian di atas, seluruh perjalanan India gw sangat menyenangkan dan tidak terlupakan.  Bahkan hari terakhir perjalanan terasa sungguh menyedihkan karena segera berakhir.  I feel like I’m half Indian now.. Gw berharap bisa kesana lagi jika ada rejeki dan kesempatan. Gw bertemu banyak orang lokal yang baik hati, tulus, mau menolong, kalem, ga banyak tingkah, ramah, bersahabat, dan yang penting respect sama kita sebagai cewe. Ya, kalo gw ceritain kebaikannya, ga akan cukup halaman blog ini untuk menceritakan semuanya. Gw berusaha mengingatkan yang terburuk supaya kita bisa “prepare for the worse”. Dengan begitu ketika sampai sana, pasti akan takjub bahwa India tidak seburuk yang kita pikirkan.

Tips tambahan,

Kota2 yang relatif aman untuk pejalan cewe dan ramai walaupun hari sudah mulai gelap

  1. Jodhpur, habis magrib masi banyak cewe2 lokal berjalan2 di old city di sepanjang toko2 baju atau toko manisan
  2. Pushkar, sudah banyak kaum hippies dan turis barat disini, jadi ga heran melihat kita cewe2 berpakaian sopan yang notabene dari asia tenggara
  3. Amritsar, paling aman menurut gw, orangnya kalem2, sopan2 bgt, bahkan jam 11 malam ke golden temple pun terasa santai saja, karena semua sibuk beribadah

Jadi buat pejalan cewe yang mau ke India, silahkan aja tapi harus tetap waspada. Seperti kata bang napi,” Kejahatan itu terjadi karena ada Kesempatan”. 😀

Iklan

24 pemikiran pada “Untuk Pejalan Cewe, Ke India Ga Cukup Modal Bismillah Aja!

  1. Tambahan :

    Pas dibawa ke rumah gelap untuk minum teh I yelled him: I WANT PUBLIC SPACE, NOT HOUSE LIKE THIS!!

    Abis itu baru pada kabur 😀

    Ps: jangan sungkan nunjukin marah

    • Menurut saya untuk akomodasi bintang 1-3, makan, transportasi (kereta api antarkota, metro, bajaj), dan belanja termasuk murah. Tapi untuk sewa mobil lebih murah kalau patungan ber-4 atau ber-5, dan beberapa tempat wisata yang merupakan “heritage site” menerapkan harga foreigner yang lumayan mahal. oh iya, yang paling mahal itu ya tiket pesawatnya, dan tidak ada direct flight dari jakarta.
      Yang pasti bawa diri dan punya keberanian. Hehe.. :p

  2. Wahh seru bgt ini crita kaya film inda
    Ini udh mimpi sejak lama pgn kesana
    mimpi yang udh lamaaaa bgt cuma skedar mimpin pgn dibuat nyata
    Dan nyari tmn buat ksana susah bgt
    Boleh ajak2 ya mbak klo ada plannig kesana lagi

  3. mba boleh minta alamat akun fb ny gk…kayaknya kalo nanya lebih jauh bolehkn??agak dikit privacy nich diskitar prtanyaan nya..heheeee

  4. Hyaaa niee q mau, klo ada info mau bacpacker ke india gw ngikut ngimpi pgn k taj mahall…hehe emng kudu ber hati-hati ma co india mereka ngliat qt kaya mau copot matanya hihihi…pengalaman pas umroh..

  5. haloo. aku ada rencana mau ke india this february, ada yang mau backpacker bareng?
    oh ya! aku boleh minta contact buat nanya2 ga ya? makasihh 😀

  6. Wah senangnya bisa tersesat di blog ini 🙂 salam kenal ^^
    Baca pengalamannya jadi keinget perjalanan ke India tahun lalu. Dulu ke Connaught Place hanya bela-belain buat nyari fast food yang ada wifinya. Buat ngontak host CS ceritanya (SIM Card lokal yang dibeli ternyata tipuan, meh!)

    Dari sana jalan ke Indian Gate sampe berjam2 karena nyasar dan ketika nanya selalu dikasih arah yang salah. Oh well.

    Tapi setuju, aku juga ngerasa betaaaaaah banget di Amritsar dan juga Kashmir. Sayang nggak sempat ke Jodhpur 😦

  7. Aku nyasar juga nih ke blog ini. Hahahah seru ya… syukurlah semua selamat. Saya suka cara penyampaian dan gaya obrolan cerita pengalaman ke india diatas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s