Holi Festivalku Vs Holi Festival Sony Xperia-Z

Holi Festival! Awal dari segalanya..

Sewaktu gw masi kecil era 90-an, gw hanya tau sedikit soal India. Dijejalin film Ramayana di TV semasa itu, membuat gw ilfeel dengan segala hal berbau India. Termasuk maraton filmnya di TPI yang sungguh norak menurut pemikiran gw saat itu. Dulu buat gw, film India adalah film khusus (maaf) untuk ART. Karena memang pada masanya merekalah yg paling banyak nonton itu di rumah.

Namun semua itu berubah 180 derajat pada tahun 2001, ketika terjadi join venture Sony dan Ericsson. Mereka mengeluarkan merk baru yaitu sony ericsson.  Dan berkat mereka, gw untuk pertama kali melihat India dari sudut pandang berbeda.

Iklan tersebut menceritakan betapa meriahnya sebuah desa  yang sedang merayakan holi.  Sepertinya sony ericsson ingin merayakan penggabungan mereka seperti layaknya holi festival, sangat indah dan meriah. Gw ingat mulai dari adegan seorang gadis kecil lagi jalan sendirian di sebuah desa dengan bangunan2 khas, tiba2 ada orang muncul di balik jendela melempari dia bubuk warna-warni, dan satu per satu orang lain mulai bermunculan di balik jendela maupun di jalan, mulai melempari si gadis desa itu pakai bubuk warna-warni. Alhasil cemong bgt si gadis desa, dan akhirnya semua org di desa itu sudah cemong semua dan saling melempari bubuk warna-warni.

Gw berdecak kagum, walaupun saat itu gw tidak tahu sama sekali maksud dari melempari bubuk itu. Sejak kecil gw memang suka bgt sama hal2 yang ceria, warna-warni, pokoknya sesuatu yang ramai. Mungkin hal itu yg membuat gw sumringah bgt liat iklan itu. Gw akhirnya menemukan ritual apa yg sesuai dengan jiwa gw selama ini….

Sejak itu, gw langsung berpikir bahwa India adalah tempat yang seru dan menyenangkan. Gw pun bertekad suatu hari nanti gw akan melempar bubuk warna-warni juga di India.

“My Bucket List finally checked!”

Sekarang, khayalan telah menjadi nyata.  Gw akhirnya berhasil melempar bubuk warna-warni itu. Yeah! Finally I check one of my bucket list. *jingkrak2*

Tahun ini gw sengaja ke India saat perayaan Holi, ketika berakhirnya winter dan menyambut musim semi, biasanya jatuh di bulan maret. Dan seperti ingin mengukuhkan holi festival gw tahun ini, Sony pun meluncurkan iklan Sony X-periaZ yang lagi2 menggambarkan serunya holi festival di India tepat sebelum gw berangkat ke India.  Makasih ya Son!  Tau aja gw mau ke India.. Geer..

Sebenernya, gw sendiri masi ga ngerti secara pasti maksud dari lempar bubuk warna-warni itu apa. Yang gw tau, holi itu semacam lebaran kalau di India. Jadi sesudah bersakit2 kedinginan pas winter, semua warga bersukacita menyambut datangnya musim semi (atau musim panas). Yah kalo idul fitri kan abis capek2 puasa, akhirnya lebaran bisa makan. Ya mirip2 gitu lah. Terus di beberapa daerah di India, Holi sekaligus memperingati hari kelahiran dewa Khrisna.  Sebagai orang suci dan salah satu avatar Dewa Wishnu, beliau disujud sembah bgt di daerah kelahirannya seperti Vrindavan, Mathura, Barsana, dll yang dekat2 situ lah termasuk Agra. Bahkan di daerah2 itu, ketika malam sebelum Holi, ada acara Holika Dahan, semacam pembakaran sisa2 daun kering dan pepohonan menggunakan sisa kotoran binatang, kayak api unggun gitu deh.

Karena terbuai omongan orang2 di forum traveling, agen wisata lokal, dan situs holi festival, gw dan teman2 pejalan gw memutuskan untuk merayakan Holi di Vrindavan. Lord Khrisna sendiri memang lahir di Vrindavan, bahkan ada temple khusus untuk beliau. Tadinya gw sempat mau merayakan di Mathura. Mathura ini lebih bisa disebut kota dibanding Vrindavan, karena Vrindavan sebenernya desa. Tapi setelah melihat review2 yang ada, kasus pelecehan seksual di Mathura saat perayan holi ternyata cukup tinggi dan berbahaya, FYI dalam perjalanan ini, gw berempat cewe semua dan blm pnh ke India sebelumnya. Banyak juga baca testimoni pejalan2 cewek yang akhirnya kecewa karena pelecehan itu, padahal mereka pergi barengan sm pejalan cowok. Dengan harapan Vrindavan berskala lebih kecil dari Mathura, gw dan teman2 berharap holi kita disana akan lebih tenang.

Vrindavan itu ternyata negeri antah berantah

Sehari sebelum holi , gw dan ketiga teman ditambah supir indihe gw yg ga bs ngomong enggres itu berangkat dari Agra menuju Vrindavan. Di kiri kanan jalan memang sudah terlihat banyak warga lokal yang sudah berwarna-warni karena bubuk Holi. Memang di regio Vrindavan dst, warga lokal merayakan holi bisa seminggu lebih. Jadi dari kemarin mereka sudah saling berlemparan bubuk warna-warni. Haduh jadi makin ga sabar sampai di vrindavan..

Keluar jalan tol, mulailah kita masuk ke jalanan yang lebih kecil, ndeso, makin lama makin kecil, sempit, dan mampet. Ternyata Oo Ternyata justru perayaan holi yang besar2an itu ya di sinilah, di vrindavan.. eaaa..

Sesampai di vrindavan, kita segera mencari hotel yang sudah dibooking jauh2 hari. Pada awalnya jalan memang lega dan beraspal, ada bangunan2 rapi berpagar mungkin itu ashram kalau melihat bule2 berpakaian ala holy people yang pada jalan kaki ke temple di dekat situ. Pas ngintip ke temple, ya Tuhan itu isinya orang smua. Kondisi jalanan pun makin lama makin buruk, rusak, tandus, berdebu dan menyempit, karena tiba2 banyak pedagang kaki lima yang menutupi jalan. Lebih parahnya tidak ada satupun marka jalan apalagi petunjuk jalan. Makcretnya sih ga seberapa, cuman gw udah pengen bgt nangis rasanya karena ga tau ini dimana. Bisa2nya gw segila ini pergi ke tempat yang ga jelas bgt juntrungannya. Karena supir gw juga bukan org vrindavan, doi ga tau letak pasti hotel gw dimana. Hadehh cape deh! Dan google map sama sekali tidak membantu. Jalanan vrindavan di peta terlihat lurus tidak bercabang, berwarna putih dan ada yang kuning juga untuk mengindikasikan bahwa itu jalan besar. Kenyataannya… bikin stress sodara2! Gw  udh sempet ngomong berulang kali ke teman2 pejalan, kalo memang ga ketemu hotelnya, kita balik lagi aja ke agra, pasti ada koq hotel yang kosong. Mulai cemen gw.. Payah deh! Wkwkwk..

Tempat para ZOMBIE Holi

Akhirnya kita pasrah aja ngikutin mobil depan kita berharap ada jalan besar di depan.  Sementara itu gw sibuk menelpon hotel untuk nanya ancer2nya, yang sebenernya ga membantu sama sekali.   Eh tiba2 mobil berhenti, gw pikir, finally sampe juga. Ternyata di depan kita ada jalan yang ditutup dan dijaga polisi, katanya untuk perayaan holi besok. Dalam hati gw udh “Apa ini??” …

Mobil pun berputar2 mencari jalan keluar, dan tiba2 supir pun membelokkan mobil ke jalanan yang sepertinya bukan jalanan mobil. Gw ga tau seberapa dungukah supir gw sampai bisa berbuat itu.. Grrr.. Jalanan itu penuh toko2 kelontong semacam pasar, dan penuh dengan manusia yang sudah tak terhitung jumlahnya, bahkan di antaranya sudah banyak yang cemong karena sudah duluan merayakan holi. Ditambah lagi ada iring2an yang lewat di depan mobil, semacam barisan orang bermain musik sambil membawa sesuatu di tandu.

Gw sampai bingung apakah ada seruan yg lebih buruk daripada “what the hell” untuk menggambarkan perasaan gw saat itu. Karena penuh orang ya tentunya mobil gw ga bs lewat. Mau ga mau harus muter kan?!  Ini bukan seru lagi, tapi ini bencana! Supir gw pun bingung. Sementara itu orang2 di luar layaknya zombie, menatap tajam dan sudah siap menerkam kita. Sempat hening sesaat dimana supir gw terdiam, gw pun terdiam memandang keluar jendela mobil dimana puluhan mata menatap balik ke arah gw, karena kaca mobil  yg suangat transparan. GUWE ENGGAK MAU ya kalo harus turun dari mobil  dan berjalan kaki menuju hotel di lautan zombie warna-warni ini..

Dalam hati gw udh menjerit ala nobita: doremon.. keluarin donk pintu kemana saja.. aku beneran pengen pulang huhuhu.. sempat terlintas juga di pikiran, ini cuman mimpi koq..bentar lagi juga kebangun.. Last but not least, Minjem kata2 nya mbak Farah Quinn, THIS IS IT! Hal terabsurd dalam hidup gw, dikelilingi zombie in the middle of nowhere.

Untungnya  secercah titik biru di google map smartphone gw yang masi berkedip2 menunjukan bahwa gw masih di India. Bukan masuk ke dimensi lain dunia para dewa2 di kahyangan.. Huh! Lega..

Baru sejenak kembali ke alam sadar gw, tiba2 nengok belakang udh banyak aja mobil turis yang ngikutin mobil gw yang jelas2 salah jalan. Nambah rempong aja deh ini.

Penuh kesabaran, supir gw minta bantuan warga lokal untuk minggirin orang2 di jalan supaya mobil bisa muter. Karena budaya di sini elu2 gw2, jadi agak sulit sebenernya untuk minta bantuan mereka.Tapi akhirnya dengan bantuan beberapa warga lokal, kita bisa muter balik, diikuti mobil2 di blakang kita yang juga sama apesnya..

Kembali ke jalan yang benar, betapa gembiranya ketika melihat jalanan beraspal dan berpapan penunjuk. Setelah puluhan kali nanya warga lokal, ketemu juga deh hotelku tersayang… iiiihh..

Stres kali ini sangat melelahkan. Bahkan gw udh bodo amat dengan perayaan holi besok. Gw rasanya udh pengen balik ke Indo aja deh ah! Ngambek..

 Kenyataan tidak seindah Iklan Sony Xperia-Z

Zombie yang gw liat hari itu sangat berbeda 180 derajat dengan zombie di iklan Sony Ericsson 10 tahun yang lalu maupun di iklan Sony Xperia-Z yang sekarang. Boro2 deh ada cewe2 cantik muda ikutan holi di sini. Terus pakai baju2 modis atau rapih gitu. Apalagi nenteng2 hape Sony. Ga mungkin bgt! Diambil orang deh yang ada, masanya rusuh bgt. Minimal pasti jatoh tuh hape kalo enggak diikat ke badan.

Pada kenyataannya, disini itu perayaan Holi didominasi oleh laki2 hampir tidak ada perempuan, mereka melempari bubuk secara kasar seperti orang menyerang musuh yang harus kena target tanpa peduli keadaan sekitar apalagi sama perempuan. Dengar2 memang ada ritual minum sebelum perayaan holi, makanya mereka bagai orang mabuk aja tidak peduli pada orang sekitar.  Ketika sudah ternodai bubuk warna-warni, sudah ga keliatan lagi siapa kawan siapa lawan, karena semua penuh warna. Bahkan udara sekitar juga penuh dengan kabut warna-warni.

Gw jarang melihat turis, kalaupun ada kebanyakan laki2. Mungkin juga efek dari ramainya kasus perkosaan di India dan laporan kasus pelecehan seksual ketika Holi, yang makin marak belakangan. Beberapa hari setelah sampai di India gw, baru dengar kabar ada ‘travel advisory’ dari pemerintah Indonesia untuk warganya. Tumben bgt yak pemerintah kita peduli..

Sebenarnya semenjak kedatangan kita ke India, sudah banyak teman dan warga lokal maupun org Indonesia yg tinggal di India mengingatkan saat perayaan holi lebih baik stay di rumah atau hotel karena biasanya kumpulan masa suka tak terkendali, berakhir ricuh, dan banyak kasus pelecehan. Teman di Delhi mengatakan  universitas2 di Delhi sudah melarang perayaan Holi di Kampus2. Pemilik Hotel kita di Vrindavan bahkan sempat melarang kita keluar hotel pada saat Holi. Dia bilang itu sangat berbahaya dan sebagai gantinya, rayakan holi di hotel saja dia akan memanggil musisi jalanan dan menyediakan bubuk warna-warni katanya.  Tidak lupa juga tour guide segerombolan turis rusia yang menginap di hotel yang sama, melarang turis2 perempuannnya untuk merayakan holi di jalan umum ataupun temple.

Happy Holi!

Ketika tiba hari H, gw dan seorang teman pejalan Endah sudah bersiap dari pagi di halaman hotel yg juga sudah dipenuhi turis rusia itu. Kita berdua sebenarnya sangat penasaran dengan perayaan Holi disini. Benarkah seseram itu bagi perempuan. Melihat masa kemarin, cukup membuat kami berempat jiper untuk bergabung dengan masa di temple. Beberapa kali gw dan Endah berjalan keluar hotel melewati jalan besar dan celingak celinguk. Terdengar suara riuh org berdoa dari kejauhan. Pengen rasanya bergabung ke temple yang paling dekat dengan hotel. Tapi tiap langkah semakin jauh dari hotel, muncul perasaan deg2an ga keruan. Udh gitu mulai banyak warga lokal yg lalu lalang dari temple seperti baru saja dari sana dan mau menuju ke temple lainnya. Beberapa peziarah temple yang sudah cemong bubuk warna-warni, selalu berusaha menepi ke arah gw dan endah, sambil menyerang kami dengan bubuk2 itu. Ga mobil, ga bajaj, ga motor, mereka diam2 berjalan pelan mendekati gw dan endah. Dan tiba2 Croott!!.. Muka dan baju gw sudah cemong habis dilempari mereka.  Seru sih! Tapi gw tetap deg2an, abisnya laki semua booo.. Serunya antara perasaan senang dilempari bubuk holi sama perasaan takut diapa2in. Maknyus bgt deh kombinasinya.. hahaha.. Sampai akhirnya kita mundur lagi balik ke hotel, karena orang2 yang kembali dari temple makin rame, kita berdua jiperr.. haha!

Di hotel ternyata sudah heboh sendiri. Sesuai janji pemilik hotel, hotel tsb memanggil musisi tabla yang seru bgt, semua karyawan hotel pada joged dan cemong, ditambah turis rusia yang pakai baju putih2 sudah habis ternodai bubuk holi. Akhirnya kita berempat merayakan holi di hotel, ikut berjoget, berbaur sama karyawan hotel yang warga lokal semua, sama turis2 juga, dan pastinya saling lempar bubuk warna-warni. Masa yang baru kembali dari temple juga mulai berdatangan. Mereka yang melihat keriaan sederhana di hotel, ikut nimbrung dan mampir sekedar untuk mengoleskan bubuk holi dan mengucapkan Happy Holi! Cara mengucapkan holi oleh para warga lokal sebenarnya penuh makna. Dia akan samperin kita, mengoleskan bubuk holi di muka dan leher. Terus gantian giliran kita mengoleskan balik ke dia, sambil ngucapin happy holi, abis itu berpelukan. Kayaknya indah bgt deh kalo semua dilakukan sewajarnya. Entah knapa menurut gw pelukannya itu tetap sopan dan tidak berlebihan. Apa karena pemilik hotel dan karyawan gw selalu berjaga2 ya di sekitar gw dan turis. I Don’t know. Well, at least gw cukup terhibur dengan perayaan Holi seperti itu. Menyenangkan, wajar, dan cukup seru.

Holi Festival to be continued

Penantian gw selama 10th ternyata hanya berakhir di halaman hotel merayakan holi bersama para turis dibumbui sedikit warga lokal..

Apa mau dikata, kadang memang kenyataan tidak seindah iklan atau khayalan.  Tapi kalau boleh pinjem kalimatnya mas @ariysoc “Ngapain udah jauh2, cuman komplain doank?” Jadi ya dinikmati saja setiap perjalanan itu apa adanya.. Mendapat izin ortu bisa ke India saja rasanya sudah bahagia tiada tara..

Intinya gw seneng bgt akhirnya bisa ngomong Happy Holi di India dengan muka cemong penuh bubuk holi, sambil melempar dan dilempari bubuk holi oleh masa. Tapi sejujurnya yah masi belum puas.  Suatu hari nanti gw akan balik lagi ke India untuk merayakan Holi bukan di Hotel. Mungkin gw harus bareng segerombolan teman pejalan laki2 yang tinggi besar dan teman lokal laki2 biar aman, dan mungkin juga bukan di kota atau desa yang menjadi pusat perayaan Holi. Jodhpur atau Agra sepertinya akan seru.. 🙂 #Kode

Image

Holi Festival in Vrindavan

Iklan

3 pemikiran pada “Holi Festivalku Vs Holi Festival Sony Xperia-Z

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s