Pernah Sekali Menerjang Badai..

Gw pernah kerja di wilayah sangat terpencil di Kalimantan Barat, namanya Teluk Melano. Desa itu termasuk wilayah Kabupaten Kayong Utara, letaknya di pinggir laut sebelah barat daya Kalimantan Barat. Kontrak kerja selama setahun, membuat gw jadi terbiasa dengan kehidupan di sana, termasuk transportasi umumnya yaitu kapal. Sebagaian besar wilayah Kalimantan Barat itu kan sungai, jadi kapal merupakan alat transportasi yang efektif.

Untuk Kalimantan Barat yang ada di selatan Pontianak, mencakup Ketapang dan sekitarnya belum punya jalan lintas kalimantan yang terhubung dengan baik, jadi jalan satu2nya untuk pergi ke ibukota ya dengan kapal. Bisa kapal laut, juga bisa kapal udara. Kikikikik..

Sedangkan wilayah di utara Pontianak seperti Singkawang, Sambas, Melawi, dan sekitarnya  jalan lintas mereka sudah banyak dan layak tempuh, makanya ada banyak pilihan transportasi  darat bahkan ada bus hingga ke Kuching, Malaysia.

Berhubung lokasi gw di selatan, maka terbiasalah gw menggunakan speedboat. Speedboat ini materialnya fiber dan ada 2 mesin di belakang. Modelnya kayak kapal2nya James Bond kalo lagi nge-date bawa cewe2nya ke pulau. Tapi speedboat gw lebih panjang, terus ada terpal penutupnya. Kapasitasnya bisa muat 40 orang dengan kursi berjajar empat ke samping, sisanya ke belakang. Saking padatnya, pas duduk dengkul gw benar2 nempel ke sandaran kursi depan.

Sebenarnya banyak pilihan kapal2 lain menuju Pontianak, tapi yang paling cepat ya speedboat ini yang ‘hanya’ memakan waktu 4 jam. Selebihnya, ada kapal klotok dan feri. Klotok itu semacam kapal kayu panjang yang ga terlalu besar dengan mesin yang berisiknya minta ampun (mungkin karena bunyinya yang klotok2 itu makanya disebut kapal klotok) dan di deknya bisa menyimpan 10  sepeda motor. Sedangkan kapal feri juga bisa mengangkut segalanya, tapi hanya melayani penyebrangan sungai jarak dekat, jadi harus menempuh jalan darat untuk menuju ke pelabuhan feri terdekat. Bagi orang yang punya motor, mereka lebih memilih naik klotok atau feri karena selain motornya bisa dibawa, selama di perjalanan yang  semalaman itu mereka juga bisa tidur di kapal.

Kalo gw sih, berhubung ga bisa bawa motor juga, dan ga tahan berlama2 dalam kapal, ya gw naik speedboat aja. Itu aja gw masi harus nyambung lagi pake ojek dari pelabuhan Rasau ke pontianak selama 1 jam. Capek deh!

Speedboat ini menjadi alat transportasi masal menuju ibukota, jadi bisa dibayangin untuk hari2 libur nasional dan long weekend akan ‘fully booked’. Gw aja selalu pesan sehari sebelumnya, karena seperti halnya tiket pesawat, semakin dekat hari-H kita bisa kehabisan tiket dan harga tiket speedboat yang berangkat berikutnya bisa lebih mahal daripada yang pertama. Kalo normal harga tiketnya cuma Rp.120.000 koq..

Setelah menaikan barang2 penumpang, kita diperbolehkan naik ke kapal oleh supir. Karena cara masuk dan satu2nya jalan adalah melalui kursi depan, maka penumpang yang mau duduk di belakang harus naik kapal duluan. Atau jika terpaksa sudah penuh dan ada penumpang yang belum masuk, ya simple aja tinggal manjat sisi kapal, dan masuk dari samping. Yang gw salut, kadang ada penumpang yang pake wedges segede2 gaban, manjat aja dia dengan santainya tanpa ada rasa takut kecebur. Ckckck… Setelah semua penumpang masuk, tirai pun ditutup (terpal doank) maksudnya biar angin ga terlalu kencang masuk ke kapal. Soalnya ga ada jendela bo… Habis itu berangkat deh!!

Mengingat ketiadaan jendela tadi, maka dapat dipastikan sesampainya di tempat tujuan, bibir bakal kering, mata kelilipan, muka pucat pasi, rambut awut2an, dan kaki ga bisa dilurusin. Ya iya lah.. Makanya sebelum brangkat harus siap2 makan dulu biar ga masuk angin, pake jaket (kalo bisa ada hoodienya), pake topi boleh, pake sunglasses, pake pelembab bibir, dan jangan lupa minum. Ga perlu takut kebelet pipis, karena speedboat pasti mampir di warung pinggir sungai untuk istirahat sebentar.

Kapuas River View

Ini dia yang seru..

Speedboat yang terbuat dari fiber itu kan tergolong ringan. Dengan kecepatan rata2 50km/jam dan sungai yang berkelok2, membuat kita kayak melayang waktu ada di dalamnya. Jadi kebayang kan betapa serunya melayang pas di tikungan sungai. Seru bgt deh efek cipratan air sungainya..! Niagaragara mah kalah..

Tapi tunggu dulu.. Bukan itu bagian terserunya..

Dari Teluk Melano menuju Pontianak, kita harus melewati rute tepi laut dulu selama kurang lebih 1 jam untuk mencapai sungai utama. Karena Teluk Melano memang ga nyambung sama sungai utama. Tapi ya walaupun tepi laut, tetap aja yang namanya laut itu ganas. Ombak itu benar2 ga bisa ditebak.

Suatu waktu, pernah terjadi badai dan hujan deras dalam perjalanan gw ke Pontianak. Ini serius. Settingannya bener2 kayak film Hollywood deh, kapal terombang-ambing selama 1 jam di tengah laut. Ditambah petir tiada henti, terus hujannya tuh bener2 deres. Aduh, langit tuh gelap bgt deh padahal masih jam 3 siang. Angin juga kencang banget, sampai terpal penutup tuh terbang2. Jadinya gw dan semua penumpang basah kuyup karena air hujan dan beberapa terjangan ombak masuk ke kapal. Mana penumpangnya cuma ada 10 orang lagi.. Makin loncat2 aja deh tuh speedboat. Dan yang lebih parahnya lagi, entah kenapa kapal yang gw naikin butut banget dan gada pelampungnya. Grrrr…

Awalnya gw masih beranggapan ini seru, dan sempet2nya pula gw rekam videonya pake BB. Parah abis ya..  Hehe…

Tapi lama kelamaan koq makin ajrut2an nih kapal. Ya udah akhirnya gw diem aja, sambil meluk ransel gw dan berdoa ga berhenti2. Tiba2 gw jadi alim..

Lucunya, sinyal masih ada, dan gw sempet sms bokap untuk ngabarin cuaca buruk dan tolong doain gw selamat sampai tujuan. Bokap bales, dan mengaminkan.. Yes!

Sunset From The Boat

Akhirnya setelah 1 jam terombang-ambing dalam ketidakpastian, akhirnya kapal gw sampe juga di muara sungai. Dan pas masuk sungai, berangsur2-angsur arusnya makin pelan. Hujannya juga jadi gerimis.. agak bingung sih gw sebenarnya. Pas di tengah laut itu beneran heboh abis, tapi pas sampe sungai, kayak ga terjadi apa2 sama sekali. Jreng!

Anyway, habis masuk sungai ya udah biasa aja serunya, alias udah ga seru banget..  Hehehe…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s